T61 ku Rusak

Meninggal sajalah

Meninggal sajalah

Percaya ga, begitulah tampilan monitor gw pas ngetik ini postingan… :( such a huge pain in the ass, eh, eyes…

Laptop saya kena rusak. VGAnya doang sih kayaknya. Soalnya semua fungsi laptop yang lain masih jalan. Gambarnya aja ancur…

Setelah googling, ketemu sebuah artikel di situs internet, http://www.engadget.com/2008/07/31/figuring-out-which-nvidia-gpus-are-defective-its-a-lot/ kayaknya ini laptop vga-nya dapet yang defect. nVidia quadro NVS 140M. Denger2 ini vga chipsetnya sama dengan seri 8600 atau 8400 M…

Yang parah, kerusakan terjadi ketika saya sedang di daerah terpencil. Pas lagi ngisi pelatihan. Praktis harus menggunakan dual view dari pagi sampe sore. Pada hari ke-5, masalah terjadi…

So, saran saya, buat yang punya laptop dengan vga nVidia seri yang (mungkin) defect dari pabrik, ada 2 pilihan :

1. Kalo masih garansi : stress test vga-nya, kalo melt down segera claim garansi!

2. Buat yang udah lewat masa garansi, jangan sering2 disuruh kerja berat ntu vga…

Either way, siap siap aja. Situ semua beli bom waktu! Woakakak…

kasihanilah saya -___-;

Posted in ?. Tags: , , . 1 Comment »

Tutorial Mengupas Jeruk

Iseng aja, cara mengupas buah jeruk yang satu ini saya temukan tanpa sengaja. Justru karena kemalasan saya untuk mengupas kulit jeruk :P

Korban Tutorial : Jeruk Lokal

Korban Tutorial : Jeruk Lokal

Sementara beberapa orang mengupas kulit jeruk mereka sampai tuntas (per potong-potong kecil), sampai jeruknya ‘telanjang’ baru makan isinya, saya malah pengennya ngupas jeruknya sekali saja, trus segera makan isinya (takut basi). Makanya setiap makan jeruk saya lebih suka ‘membelah’ jeruknya kemudian langsung mengambil isinya…

Dengan membelah jeruk menjadi dua bagian, saya tanpa sengaja menemukan trik supaya jeruknya ‘relatif’ bersih ketika diambil. Bersih disini artinya itu jeruk sudah bersih dari kulit ari-nya (yang putih-putih). Nah, caranya akan saya paparkan dalam bentuk tutorial step-by-step :

1. Belah Jeruk Jadi 2 Bagian
Caranya sih gampang aja. Tinggal tancapkan jempol ke pangkal buah jeruk, tusuk, kemudian tarik setengah bagian jeruk ke arah luar. Hasilnya adalah seperti ini :

Belah jadi dua bagian

Belah jadi dua bagian

2. Pegang Jeruk di bagian Tengah
Inilah inti dari trik ini : Nyomot jeruk mulai dari tengahnya! Peganglah bagian tengah jeruk dengan jempol dan telunjuk, persis seperti gerakan mencubit.

Cubit Tengahnya

Cubit Tengahnya

3. Tarik Jeruk Keluar
Kemudian jeruknya kita tarik keluar. Tapi jangan ditarik tegak lurus terhadap pangkalnya – Cobalah tarik dengan gerakan mengoles, sehingga kulit arinya tercabut dari satu arah saja.

Jeruknya terus di tarik...

Jeruknya terus di tarik...

4. Selesai!
Selesai! Seharusnya (well, sebagian besar) jeruk yang kita ‘cabut’ dengan cara ini akan kehilangan (sebagian besar) kulit arinya. Sehingga tampak lebih bersih :D

Selesai!

Selesai!

Notes :

  • Dengan cara seperti ini, telunjuk dan jempol kita jadi bau jeruk :(
  • Sementara orang malah bilang : Kulit ari jeruk jangan di hilangkan, karena mengandung Bioflavonoid
  • Sementara orang merebus jeruknya. Wah, di lab ga boleh nyalain api :(
  • Hanya beberapa jeruk yang bisa di-begini-kan. Contohnya jeruk lokal seperti dalam gambar di atas.
Enjoy!

Enjoy!

Semoga berguna :D hehehe…
ataw dah pada tau??

Silverlight Live Video Streaming dengan Windows Media Services

Iseng-iseng ngoprek Windows Server 2008, terilhami tulisan pak Zeddy di milis MSP — tentang Streaming Video dengan silverlight. Hasil akhir oprekan kali ini adalah : Live video streaming nongol di halaman web (silverlight).

Here’s how it work :

  • Live video di capture dari kamera laptop
  • Video tersebut di encode oleh Expression Encoder 2 (di laptop)
  • Expression Encoder 2 membroadcast videonya (lewat HTTP)
  • Videonya di tangkap oleh publishing point di Server
  • Oleh server kemudian di siarkan lagi menggunakan Windows Media Services
  • Siaran ditampilkan oleh aplikasi silverlight: MinoPlayer

Web yang dipakai untuk oprek oprek adalah prototype web lab RPL yang dikembangkan oleh teman saya di lab, Bayu Munajat dengan di teknologi PHP yang dibuat dengan framework Prado.

Nah, langkah-langkah taktisnya adalah seperti berikut :

  1. Pasang web di server 2008 (IIS 7)
  2. Install Microsoft Expression Encoder 2 di Laptop
  3. Install Windows Media Format 11 SDK di Laptop
  4. Install Windows Media Services 2008 di Windows Server 2008
  5. Capture dan Encode dengan Expression Studio 2 di Laptop
  6. Setup Publishing Point di Server
  7. Ubah path source media di MinoPlayer
  8. Selesai :)

Here’s how in detail :
1. Prototype web RPL ini dibangun diatas PHP dengan menggunakan framework Prado. Nggak begitu ngerti sih, terima beres aja dari Bayu :) Nah di dalam web ini, Bayu masang MinoPlayer, sebuah aplikasi Silverlight untuk streaming video. Sebelumnya aplikasi ini digunakan untuk menampilkan video-video BrainSpark (lewat direct link ke HTTP files). Darisinilah muncul ide, apa bisa kita nampilin video secara live? Mungkin bisa dimanfaatkan untuk nge-live-broadcast acara BrainSpark, biar bisa dilihat secara live on the net…

2 & 3. Next, kita siapin dulu komputer tempat meng-capture video live-nya.  Saya menginstall Microsoft Expression Encoder 2 di Laptop saya. Nggak ada settingan khusus yang harus dilakukan disini. Next next ajah. Nah ketika pertamakali di jalankan, Expression Encoder 2 menyarankan saya untuk menginstall Windows Media Format 11 SDK. Mungkin karena laptop saya masih pakai Windows XP dan Media Player 9 :P jadi codec-codecnya nggak uptodate.

4. Selanjutnya adalah menginstall Roles Streaming Media Services di Windows Server 2008. Caranya adalah dengan mendownload Windows Media Services 2008 for Windows Server 2008 kemudian menginstallnya di Windows Server 2008. Simple ajah, tinggal next next next.

Kendala yang muncul adalah : Windows Media Services membutuhkan port 80 untuk menjalankan WMS HTTP Server Protocol — yang ternyata sudah dipakai oleh IIS 7 Web Server (yang sudah terinstall duluan). Solusinya adalah dengan meng-assign port yang lain untuk protocol ini (kalau nggak mau masang lan-card buat nambah IP).

Caranya : setelah Roles Streaming Media Services terinstall,

  • buka Server Manager -> Streaming Media Services
  • Klik di Nama Server -> Masuk ke Tab Properties
  • Lihat category Control Protocol
  • Ubah port WMS HTT Server, saya menggunakan port 88
Streaming Media Services

Roles : Streaming Media Services

Pada saat kita menginstall Roles Streaming Media Services pertamakali, WMS HTT Server-nya akan di non aktifkan (karena ada konflik). Jangan lupa untuk mengaktifkannya setelah merubah settingan port-nya.

5. Sekarang kita siapkan ‘studio pemancar’ di laptop kita. Caranya :

Jalankan Microsoft Expression Encoder 2. Di bagian bawah ada tombol Live Encoding untuk pindah ke mode Live Streaming. Setelah pindah ke mode live, di pojok kiri bawah kita harus menspesifikasikan source live video. Disini saya memilih untuk menggunakan Integrated Camera dan Microphone bawaan Laptop saya.

Kemudian yang perlu di atur adalah Tab Output di sebelah kanan bawah. Pastikan mode Streaming sudah aktif, kemudian pilih tipe Broadcast dengan port 77 (terserah aja sih, tapi harus sama dengan settingan Publishing Point nanti). Setelah semuanya selesai kita bisa tekan tombol Start untuk memulai Broadcast.

Expression Encoder 2 live-broadcast-ing

Expression Encoder 2 live-broadcast-ing

Video yang di broadcast oleh Expression Encoder harus ‘ditangkap’ oleh Media Services kita di Server. Caranya adalah dengan :

6. Setelah Windows Media Services terinstall, kita bisa membuat publishing point untuk menangkap Live Streaming dari Encoder. Caranya :

  • Klik kanan pada Publishing Point -> Pilih Add publishing point (wizard ajah)
  • Isi Nama publishing point, saya menggunakan nama : LiveTest
  • Pada halaman Content Type pilih : Encoder (a live stream)
  • Pada halaman Publishing Point Type : Broadcast publishing point
  • Untuk Encoder URL isikan : “http://10.14.11.57:77&#8221; <– Alamat laptop saya, dan port 77 yang dipakai Expression Encoder untuk broadcast.
  • Next next sampai selesai.

Nah, sampai tahap ini, (apabila tidak ada masalah dan publishing point ini sudah ‘start’) Publishing Poing ‘LiveTest’ siap untuk diakses. Untuk mengecek apakah live video sudah dipancarkan dengan baik, pemirsa bisa mencoba mengarahkan player mereka (Windows Media Player -> Open URL) ke alamat (misalnya) : “mms://RPL-00/LiveTest” (alamat server di lab)

Live video shown on Windows Media Player

Live video shown on Windows Media Player

Hasilnya, adalah tampang ganteng anda bakal nongol di Windows Media Player — Live!!!

7. Nah, langkah terakhir, kita pengen coba apakah MinoPlayer bisa menerima siaran live ini? Jawabannya adalah : (Ternyata) bisa! Untuk melakukannya, kita tinggal merubah path VideoSource ke Publishing Point barusan. Contohnya adalah seperti pada gambar di bawah :

Tinggal edit path-nya

Tinggal edit path-nya

Nampaknya, MinoPlayer hanya bisa menampilkan video dari sumber HTTP, sehingga saya harus merubah alamat publishing point-nya menjadi IP plus Port HTTP protocol Windows Media Services (yang tadi kita setting ke 88).

Dan, hasil akhirnya adalah *jreng jreng jreeeng* : Tampang ganteng saya nongol di halaman depan prototype web RPL… live!!! wkwkwkwk….

Final look

Final look

KNSI UII Jogja

Tanggal 17 Januari kemaren saya berkesempatan main ke Universitas Islam Indonesia, Jogja. Keberangkatan saya kali ini ditemani oleh Ius, anak IF ITT 04 juga. Maksud dan tujuan keberangkatan kami ialah untuk menghadiri Konferensi Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) yang diselenggarakan disana. Kedatangan kami ke Jogja bukanlah dengan tangan hampa, melainkan kami berdua membawa masing-masing sebuah amanah yang di amanatkan ke pundak kami : Menyajikan makalah kami yang telah diterima (Call for Paper).

pusing ga bacanya?

Berikut sedikit mengenai paper yang Ius buat :
Pemakalah : Ius Hadi Saputro, Hetti Hidayati, Dana Sulistyo
Judul Makalah : Pemetaan Learning Technology System Architecture (LTSA) Pada LMS Moodle

Sedangkan yang saya buat :
Pemakalah : Leonardi, Dana Sulistiyo Kusumo
Judul Makalah : SCORM Sebagai Standar Pembuatan Konten E-Learning

Nah, cerita sedikit nih tentang SCORM :

Sharable Content Object Reference Model (SCORM) adalah standar yang dikembangkan oleh Advanced Distributed Learning (ADL) yang kemudian di-support oleh United States Secretary of Defences (USSD) sebagai sebuah standar e-learning. Sejak dikembangkan mulai tahun 2000, saat ini hampir semua LMS yang beredar sudah menerima standar SCORM sebagai standar paket konten untuk modul pembelajaran

copas dari paper ajah :P

Intinya yang mau saya sampaikan adalah : Sekarang hampir semua Learning Management System (LMS) sudah support standar SCORM. Jadi kalo mau bikin konten untuk aplikasi e-Learning, sebaiknya kita mengikuti standar tersebut. Dan untuk membuat konten dengan standar SCORM, udah ada banyak Authoring Tool yang gratis di web. Dengan menggunakan Authoring Tool ini, kita bisa membuat konten yang pada akhirnya bisa dengan mudah dipindah-pindahkan antar LMS (tanpa perlu di edit lagi).

Diagram pembuatan konten berstandar SCORM

Diagram pembuatan konten berstandar SCORM

Nah kira-kira seperti itulah alur kerja pembuatan konten SCORM-nya. Jadi pertamatama kita siapkan bahan-bahannya, trus kita masukkan (kayak bikin slide kuliah aja) ke Authoring Tool. Kemudian di-package kedalam file .zip. Terakhir di upload ke LMS-nya. Di LMS, tinggal dimanfaatkan sebagai bahan untuk sebuah course.

Sedangkan Authoring Tool yang saya pakai adalah Xerte, tools yang lumayan baru. Tool ini dibuat dengan bahasa Flash, sehingga package SCORM yang di hasilkan pun sejatinya adalah sebuah Flash. Jadi browser kita harus di pasangin plugin Flash dulu buat bisa mainin packagenya. Berikut adalah cuplikan hasil pembuatan SCORM package oleh Xerte :

Moodle me load content buatan Xerte

Moodle me load content buatan Xerte

Kami berangkat dari bandung hari Jum’at jam 8 malam naik Kereta Api. Sampai di Jogja jam 5 pagi. Naik taksi ke jalan Kaliurang, padahal ternyata ada jemputan dari UII, tau gitu nunggu aja :( Trus acara mulai jam 9 sampai jam 4 sore. Nah, sambil nunggu kereta berangkat ke bandung jam 10 malam, kami menghabiskan waktu untuk keliling kota. Naik kaki istimewa yang di seret seret dari ujung ke ujung… hehehe…

Nah ini oleh-oleh dari Jogja :D Kalo jadi laper saya nggak nanggung yak :P

Gudeg

Gudeg

Custom 4850 cooler

Kemaren iseng ngoprek VGA baru, Digital Alliance ATI 4850 versi standar cooler.

Dengan pendingin standarnya, suhu yang terbaca berkisar 80 (idle)  sampai 100 derajat celcius! (full load) Wew… Segera deh hunting vga cooler. Pilihan gw jatuh pada Thermaltake DuOrb, soalnya kebetulan ada yang jual second :P hehehe… (fyi : semua  daleman komputer ‘baru’ saya juga barang second :shy:)

Masalahnya, pendingin VRM yang dikasi DuOrb itu kurang. Cuman dikasih 2 strip. Kalo nggak di dinginin kan panas… Kesian… Nah, muncul ide buat hardmod : potong pendingin bawaan vganya, supaya bisa pasang DuOrb di tengahnya :D

Nah, ini gambar si korban mutilasi, sebelum di eksekusi :

Sebelum di eksekusi.

Sebelum di eksekusi.

Cooler standar yang di design oleh ATI ternyata sebagian besar cuman aluminium yang di cat warna tembaga. Terasa dari ringannya material begitu dipegang ama tangan…

Eksekusi kemudian dilakukan di tukang bubut (ahli potong besi). Kenal istilah tukang bubut setelah nanya nanya di tempat jual besi, tempat tukang las 1 dan tempat tukang las 2 ~_~ Disana gw minta bikun “U” shape di tengah plat pendingin yang lama. Dengan modal 10rb perak, jadilah plat cooler seperti ini :

Setelah di potong.

Setelah di potong.

Nah, setelah di potong baru keliatan bahwa plat cooler standar ini ternyata mengandung tembaga juga. Tapi cuman di bagian tengah plat, yang bersentuhan langsung dengan core GPU. Nah setelah di pasang, gw berharap pelat aluminium ini bakal kena angin yang dihembuskan DuOrb, sehingga bisa mendinginkan RAM dan VRM si 4850.

Let’s see it from different angle.

Closer cut view.

Closer cut view.

Kalo dilihat dari deket, potongannya nggak halus2 amat. Tapi cukup lah, ga musti halus2 amat koq :) Nah gambar dibawah adalah komponen penting yang mau dipertahankan fungsinya, pendingin VRM.

Masih mempertahankan beberapa fungsinya...

As VRM Cooler

Setelah memastikan bahwa RAM dan VRM-nya udah nempel sama plat aluminium, selanjutnya tinggal masang DuOrb di tengahnya :

Duo ORB dipasang.

DuOrb dipasang.

Yep! Perfectly fit! :D
And here’s the final look :

Final look.

Final look.

Pemasangan DuOrbsebagai pendingin memberikan efek yang cukup signifikan. Sekarang suhu 4850 gw ‘cuman’ 40 di idle dan 60 celcius di full load… Adeeem ^^

Eh, tapi kalo udah dipotong kayak gini apa garansinya masih berlaku yak ~_~ hee… au ah…

Aktivasi Windows 2008 pake VPN

Barusan iseng2 ngutak-ngatik Windows Server 2008, tujuannya sih kepengen aktivasi servernya, soalnya tinggal beberapa hari lagi masa idupnya. Windows Server 2008 ini diinstall dari ISO/Image yang saya dapet dari MSDN-AA, product key-nya (serial number-nya) juga saya dapet dari situs MSDN-AA.

Anehnya, saat installasi, server 2008 nggak minta serial number, ketika sudah selesai di install barulah bisa kita ketahui bahwa server ini belum diaktivasi.

Cara untuk mengetahui apakah server kita sudah diaktivasi atau belum adalah sebagai berikut :

  1. Klik start
  2. Klik kanan di ‘Computer’
  3. Klik ‘Properties’

Selanjutnya akan muncul gambar seperti di bawah ini :

Sebelum di Aktivasi

Sebelum di Aktivasi

Itu tandanya windows server ini belum diaktivasi.

Selanjutnya adalah menyetting supaya windows server ini terkoneksi ke internet. Nah ini tergantung lokasi masing-masing sih. Cuman kalau di kampus IT Telkom, koneksi ke internet harus menggunakan account VPN. Berarti kita harus memastikan dulu komputer yang mau diaktivasi sudah bisa konek ke internet menggunakan VPN. Aktivasi hanya bisa dilakukan apabila Internet Explorer yang ada di komputer tersebut sudah bisa browsing ke internet.

Karena ternyata semua metode aktivasi atau update atau apapun yang berbau koneksi ke internet yang dilakukan oleh Windows ternyata mengambil setting dari Internet Options yang ada di Internet Explorer (connection, proxy, port, dll). Jadi kalau mau Windows anda nggak macem-macem (konek/donlot/update sendiri dari internet), isilah settingan Internet Explorer anda dengan settingan yang salah :D

Nah setelah memastikan kalau settingan Internet Explorer saya sudah benar, yang selanjutnya saya lakukan adalah menekan tombol ‘Activate Windows Now’ di jendela System Properties tadi. Namun setelah beberapa kali mencoba, aktivasi selalu gagal dengan kode ‘0x800705b4’ : Timeout gitu.

Setelah cari-cari di internet, ternyata kita harus memasukkan serial number / key code windowsnya dulu sebelum aktivasi, untuk melakukannya klik tombol ‘Change Product Key’ di jendela yang sama :

Change Product Key dolo

Change Product Key dolo

Aneh yak, kenapa nggak dari pertama nginstall aja diminta serial numbernya :P Setelah mengganti serial number, aktivasi berhasil dilakukan dan sekarang windowsnya udah dapet icon ‘genuine’ :)

Genuine bo!

Genuine bo!

Seharusnya langkah-langkah diatas juga berlaku untuk Windows Vista, langkahnya mirip-mirip kok.

Masang MediaWiki di Windows Server 2008

Departemen IF di IT-Telkom menggunakan MediaWiki sebagai template fasilitas web untuk upload abstraksi TA/PA (Tugas Akhir atau Project Akhir). Artinya setiap mahasiswa IF musti mengupload deskripsi/abstraksi TA mereka ke situs ini sebagai persyaratan TA/PA.

Nah, berhubung servernya ada di lab RPL, saya kebagian tugas meneruskan maintenance web ini. Sayangnya saya nggak ngarti megang Linux, padahal server terdahulu menggunakan Linux sebagai OS-nya. Nah, biar bisa melaksanakan tugas maintenance, saya kepikiran untuk memindahkan MediaWiki-nya ke OS Windows Server ajah… Yang gampang aja lah makenya, tinggal klik-klik aja :D

Maka dilakukanlah proses backup database Wiki-TA-PA yang lama oleh admin terdahulu (a.k.a si jenggot) dibantu ama zeft. Kemudian harddisk servernya di format dan di install Windows Server 2008.

Nah, tantangannya adalah gimana supaya MediaWiki (yang berbasis PHP) bisa jalan di atas IIS 7. Setelah guuggling sana sini, akhirnya ketemu juga caranya… Berikut adalah langkah2 yang saya lakukan :

  1. Format harddisk
  2. Install Windows Server 2008
  3. Setting jaringan (set IP) buat windows servernya
  4. Tambahkan role “Web Server IIS” untuk windows servernya
  5. Masang MySQL (step2nya bisa diliat disini, udah kumplit)
  6. Ngidupin PHP di Server 2008 (step2nya bisa diliat disini, udah kumplit) pake CGI gitu… Apaan tuh gw gag ngerti… Ikutin aja tutorialnya, hehehe…
  7. Trus setelah memastikan MySQL dan PHP-nya udah idup, tinggal masang MediaWikinya (sekali lagi, udah ada seteb bae seteb-nya disinih). Walaupun itu tutorial untuk Windows Server 2003, tapi tetep bisa dipake di Server 2008.

Nah masalah selanjutnya adalah, ternyata database yang dibackup nggak compatible sama MediaWiki ini. Entah karena versinya lebih baru atau karena MySQLnya dipasang di windows 2008, entah lah… Pokoknya masalah terjadi ketika saya mau mengisi database baru di Server 2008 dengan data hasil backup dengan command :

source d:\mediawiki.sql
(perintah ini mengisi database -yang digenerate sama MediaWiki saat installasi- dengan data backup dari server yang lama)

Dengan perintah diatas, data-data dari MediaWiki yang lama berhasil di insert ke tabel2 yang baru. Web bisa dijalankan, bisa login, bisa create user baru, tapi, terjadi error ketika akan membuat page baru! Hal itu kemudian bisa saya atasi dengan bantuan dari halaman ini :

  1. Backup dulu database yang sekarang dengan perintah “mysqldump”… Tapi saya sih pake phpMyAdmin aja :)
  2. Trus copy file “adminsettings.sample” ke root folder MediaWiki, ubah extensinya jadi “.php” dan edit isinya sesuai kebutuhan
  3. Jalanin perintah “php” untuk manggil file “update.php” di folder maintenance. Kira2 seperti ini : “C:\PHP>php c:\wwwroot\wiki\maintenance\update.php”
  4. Selesai

Seharusnya setelah di Update, MediaWiki bisa bekerja dengan baik. Dalam hal ini, semua data dari Wiki-TA-PA-IF yang lama berhasil saya pindahkan ke OS Windows Server 2008…

Wikinya Jalan!

Wikinya Jalan!