Balok (last chapter)

Pernah makan cabe rawit? Pedes kan? Ya pasti pedes lah… Tapi gimana kalo ternyata kemakan ama cabe yang pedes buanget? Pedesnya diluar perkiraan? Nah, kira2 begitulah perasaan kami sekarang. Kayak kemakan cabe :P Dari pertama udah tau kalo rasanya bakal pedes, cuman nggak nyangka kalo se-pedes ini… ugh!

Pengalaman yang sangat menyedihkan di Semarang, Festival Game Edukasi dan Animasi Indonesia (FGEAI Semarang). Di kontes game edukasi kali ini game kami “balok” bahkan nggak masuk ke babak penyisihan kedua (13 besar). Di depak begitu saja tanpa ampoon T___T; Menyedihkan…

Eniwey, inilah game kami :

Balok

Main Menu

Dalam menu utama ada beberapa pilihan permainan. Secara umum dibagi jadi 2 kategori, latihan dan puzzle. Level-level Latihan bisa digunakan oleh pemain untuk belajar menggerakkan balok-balok dalam permainan ini. Ada 2 tipe kontrol yang bisa dipakai.

Drag mouse pake tombol kiri

Drag dengan mouse kiri. Dengan meng-klik-kiri balok itu di sembarang titik, kemudian menahan klik-kiri sambil menggerakkan mouse, sama dengan menghubungkan sebuah tali karet dari titik tersebut ke kursor mouse kita. Jadi semakin jauh kita menggerakkan mouse dari posisi awal, semakin besar percepatan yang kita beri pada balok di titik tersebut.

Dengan klik-kiri dan drag ini kita bisa mengangkat balok dan memutar-mutar balok tersebut untuk memposisikannya sesuai dengan keinginan kita.

Geser pake klik kanan

Geser dengan klik kanan. Sama dengan kontrol diatas, bedanya disini kita memakai tombol klik-kanan untuk menggerakkan balok. Hasilnya, balok yang kita pilih akan bergeser sesuai dengan posisi kursor mouse. Hanya saja, pergerakannya terbatas (sebesar kotak titik-titik di belakang balok). Hal ini memberikan tantangan tersendiri pada game Balok. Karena kita tidak bisa menggeser baloknya sesuka hati kita kemana saja. Untuk menggerakkan balok, mau-nggak mau kita harus memakai tombol klik-kiri.

Ada satu lagi kegunaan tombol klik-kanan ini. Yaitu menyetop balok yang sedang bergerak.

Gimana? Kebayang permainannya seperti apa? (klik-kiri, tahan, drag sebuah balok) lempar balok ke arah tempat yang kita tuju, kemudian tangkap (kllik-kanan, tahan) balok tersebut dan posisikan (drag sambil tetep klik kanan) sesuai keinginan kita.

Dalam game ini kita menggunakan physic engine dari farseer. Ini memberikan user experience yang unik, karena kita serasa berada di dunia nyata. Semua balok-balok di game ini saling berinteraksi layaknya benda padat di dunia nyata. Hal itu kemudian di gabungkan dengan tantangan dan informasi yang dibungkus sedemikian rupa sehingga jadi sebuah game edukasi. Unik malah, kalo menurut kami. Soalnya kayaknya blom pernah ada game kayak begini… Kayaknya loh…

Nah, trus kalo udah bisa menggerakkan balok2 tersebut mau ngapain?

Nah barulah kita masuk ke puzzle dari game ini. Puzzle dalam bahasa normal (bukan bahasa C# :P) adalah permainan mencocokkan keping-keping puzzle untuk membentuk (misalkan) sebuah gambar. Atau kalo kita mecahin vas bunga trus disuruh ngelem lagi pake alteco semua kepingan pecahannya agar kembali ke bentuk semula, nah itu artinya kita disuruh maen puzzle…

Puzzle di game Balok agak sedikit beda. Karena, semua balok-balok yang udah kita sebut-sebut dari tadi ternyata ber-sifat seperti layaknya balok-balok di dunia nyata. Artinya balok itu terpengaruh oleh gravitasi (bisa jatoh), gaya, percepatan, tumbukan, gesekan, dan rotasi terhadap titik pusat. Hanya saja ditampilkan dari satu sisi saja (2D).

Nah, diberikan sebuah set balok (terdiri dari beberapa bentuk dan warna), buatlah sebuah bangunan bersejarah di indonesia : Monas. Hehehe, tipe-tipe soal ACM-icpc :P

Yup, inti dari game ini adalah membangun, atau lebih tepatnya menyusun balok-balok tadi agar menjadi bentuk bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia. Dalam lomba ini gamenya baru kita isi dengan Monas, Candi Borobudur dan Pura Besakih.

Lebih jelasnya lihat screenshotnya :

Game on action

Di background kita bisa melihat bentuk monas (garis-putus-putus) yang di dalemnya ada warna-warna tertentu. Warna-warna itu menandakan balok yang dipasang disana harus balok yang warnanya match dengan backgroundnya.

Nah, apa bedanya dengan Puzzle biasa? Bedanya, kita harus membangun! Artinya mulai menyusun balok-baloknya dari bawah. Kalau pondasi kita nggak rapet, atau bangunannya ‘kesenggol’ maka bangunannya bisa roboh! Nah disitulah tantangan gamenya.

Dalam versi terakhirnya (1.1) game ini sudah mengintegrasikan timer sebagai sistem scoring. Semakin cepat kita menyelesaikan bangunannya, semakin tinggi rangking kita.

Setelah menyelesaikan puzzlenya kita akan disuguhkan dengan informasi tentang bangunan tersebut.

Menang dapet Info

Di gambar diatas bisa kita lihat layar informasinya. Walaupun sebenernya puzzle belum solved (cheating, hehe)…

Nah, trus akhirnya gimana? Ya itu tadi… Pedesss… >__< Karena game ini bahkan nggak dipanggil untuk masuk penyisihan tahap 2 (13 besar)… Hiks, lebih parah dari waktu mengikutkan BallCulator di Malang.

Padahal kami udah berusaha memasukkan unsur edukasi sebanyak-banyaknya ke game ini. Mulai dari sejarah, fisika (fisika terapan, diterapkan ke mouse :P) sampai koordinasi sensorik (mata) dan motorik (tangan).

Tapi Jurinya mungkin (mungkin lo ya) beranggapan bahwa semua itu terlalu banyak untuk sebuah game. Terlalu sulit mungkin? Kurang fun? Atau nggak ada unsur fun-nya sama sekali :P … Sehingga memutuskan game ala digger (multiple platform with ladder, ngejar emas yang muncul secara random di layar) lebih baik dari segi edukasi dan lebih pantas untuk ikut penyisihan kedua (setidaknya gitu loh, daripada game kami ini)… Ups, no offense yak :P

Nah, begitulah sekelumit cerita dari Semarang, nggak bisa tidur nih di travel sebelum mencurahkan unek-unek di blog ~_~

haa… lega… ^_^

Oh ya, kali ini nggak ada foto-foto screenshot atau cerita-field-report tentang game dari tim yang lain. Soalnya udah nggak sempet lagi, udah kesetanan nyari aer minum… pedesssssshhhhhhhhhh…….

— Palapa studio (Leo & Gelar)